Selasa, 27 September 2016

Pentingnya Pembinaan UKM

Negara RI sebagai negara kesatuan dalam menyelenggarakan pemerintahannya menganut asas desentralisasi, dekontrasi dan tugas pembantuan, penyelenggaraan asas tersebut secara bulat dan utuh dilaksanakan di daerah kabupaten/kota untuk memberikan kesempatan dan keleluasan kepada daerah otonom dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Prinsip otonomi daerah menurut UU adalah penekanan terhadap aspek demokrasi, keadilan, pemerataan dan partisipasi masyarakat serta memperhatikan potensi Kesatuan RI. Oleh karena itu dalam rangka peningkata keuangan daerah diperlukan suatu pembinaan terhadap masyarakat sehingga target yang ingu dicapai dapat terealisasi.

UKM merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi rakyat yang paling dominan didalam perekonomian Indonesia, karena sektor ini paling banyak melibatkan masyarakat dalam aktifitas ekonomi, dibandingkan usaha besar. Keberadaan UKM mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi terbesar dari rakyat Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita bangsa Indonesia yang ingin mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur.

Kelompok UKM merupakan wujud kehidupan ekonomi dan keberadaan kelompok ini tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan perekonomian secara nasional. Kelompok UKM mampu menyerap banyak tenaga kerja dan memberikan konstribusi cukup besar dalam pembentukan produk domestik bruto.

Tujuan pengembangan UKM bukanlah tujuan yang berdiri sendiri melainkan terkait dengan tujuan pembangunan nasional dengan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sasaran tujuan akhir pembangunan ekonomi yang kini giatnya dilaksanakan yaitu menuju masyarakat adil dan makmur.

Pembinaan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan terhadap Usaha Kecil Menengah

Bab II
Tinjauan Pustaka

A. Pengertian

Sesungguhnya, peningkatan kemampuan pengusaha kecil dan golongan ekonomi lemah merupakan jawaban terhadap ketidakselarasan dan berbagai kesenjangan dalam struktur perekonomian Indonesia. Menyimak berbagai kegiatan pembinaan UKM yang telah dilaksanakan dari waktu ke waktu, tampak adanya gejala keinginan pemerintah yang semakin meningkat terhadap keberadaan dan peran UKM.
Menurut UU nomor 9 Tahun 1995 tentang UKM bahwa pembinaan dan pengembangan adalah upaya yang dilakukan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat melalui pemberian bimbingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.
Istilah pembinaan dalam kehidupan sehari-hari diartikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk memperbaiki, membentuk dan membangun yang ditujukan kepada manusia atau obyeknya, sepeeti pembinaan SDM berarti membentuk manusia yang berkualitas, pembinaan anak-anak terlantar berarti memelihara dan menjadikan anak-anak yang dapat berguna dan lain-lain.
Menurut Moekijat (1989:92) pembinaan adalah suatu usaha dan kegiatan mengenai kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pembiayaan, penyusunan program, koordinasi pelaksanaan dan pengawasan suatu pekerjaan suatu efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dengan hasil semaksimal mungkin.
Drs. Manullang mengatakan bahwa "Pembinaan adalah seni dan ilmu perencanaan, pelaksanaan dan pengentrolan tenaga kerja untuk tercapainya tujuan yang ditentukan terlebih dahulu dengan adanya kepuasan hati pada diri para pekerja" (musanef, 1982:11).

B. Pengertian UKM

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria atau hasil penjualan tahunan atau kepemilikan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Usaha menengah adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memenuhi kriteria penjualan tahunan atau kepemilikan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

C. Pentingnya UKM dalam pembangunan.

Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1999 tentang GBHN Tahun 1999-2004 memberikan amanat kepada pemerintah dan lembaga-lembaga tinggi negara untuk melaksanakan tugas dan fungsinya serta kewenangan sesuai visi dan misi serta arah kebijakan yang telah digariskan dalam ketetapan tersebut. Salah satu misi yang diamanatkan adalah memperdayakan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional terutama usaha kecil, menengah dan koperasi dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dan berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

D. Pola pembinaan UKM dalam rangka otonomi daerah

Sejalan dengan kebijakan otonomi daerah yang memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya maka pembinaan usaha kecil menengah dan koperasi harus melibatkan seluruh komponen di daerah. Peran pemerintah daerah sebagai pelaksana kewenangan penyelenggara pemerintah daerah otomom akan sangat menentukan bagi pembinaan UKM dan Koperasi.
Pola pembinaan
1. Pelaksanaan program pokok pengembangan UKM yang diatur dalam PROPENAS.
2. Menyusun dengab memperhatikan sesuai kondisi daerah dan kebutuhan masyarakat.
3. Keterpaduan antara pemerintah pusat dan daerah.
4. Pemberdayaan SDM aparatur daerah mampu melaksanakan pembinaan.
5. Pengembangan pewilayahan produk unggulan.
6. Mengsinergikan semua potensi yang ada di daerah.
7. Sosialisasi tentang perekonomian nasional dalam rangka memasuki pasar bebas.

Senin, 19 September 2016

Teori Organisasi

TEORI ORGANISASI
1.PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah kesatuan (entitity) sosial yang dikordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan. Perkataan dikordinasikan dengan sadar megandung pengertian manajemen. Kesatuan sosial berarti bahwa satu unit itu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi sattu sama lain. Hasilnya adalah bahwa definisi kita mengkomsumsi secara eksplisit kebutuhan untuk mengkordinasikan pola interaksi.
A.Struktur Organisasi
Definisi kita mengenai organisasi mengakui adanya kebutuhan untuk mengkordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara formal. Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti.
B.Desain Organisasi
Desain Organisasi menekankan sisi manajemen dari teori organisasi. Desain organisasi mempertimbangkan kontruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Mengkontruksi dan mengubah sebuah organisasi sama seperti membangun atau memperbarui sebuah rumah. Keduanya mulai dengan tujuan akhir. Pada pembentukan sebuah organisasi, dokumen tersebut adalah bagan organisasi.
C.Teori Organisasi
Teori Organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi. Teori itu menjelaskan bagaimana organisasi sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi dapat dikontruksi guna meningkatan keefektifan mereka.
Struktur Organisasi Terdiri dari beberapa komponen :
1.Kompleksitas
2.Formalisasi
3.Sentralisasi
Desain organisasi adalah pengkontruksian dan perubahan struktur untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Teori organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi. Alasan yang menyebabkan orang mempelajari organisasi biasanya bukan hanya satu. Mungkin untuk mengembangkan teori organisasi yang sistematis. Untuk banyak orang , TO dipelajari karena mereka berharap dapat memulihkan mengenai bagaimana organisasi organisasi akan didesain.sementara kiasan biologis biasa digunakan untuk memperlihatkan organisasi sebagai suatu sistem yang berkembang melalui tahap tahap daur hidup. Organisasi dilukiskan sebagai sistem terbuka yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain dan menghasilkan suatu kesatuan menyeluruh yang berinteraksi dengan lingkungan. Tahapan tahapan yang jelas yang dilalui organisasi untuk berkembang kedepan yang jelas akan dilalui suatu organisasi untuk berkembang adalah kewiraswastaan, kolektivitas, formalisasi dan kontrol, perluasan struktur, serta kemunduran.
Adapun karasteristik  sebuah system terbuka yaitu;.
1.Kepekaan terhadap lingkungan
2.Umpan balik
3.Cylical character
4.Negative entropy
5.Steady state
6.Gerakan ke arah pertumbuhan dan ekspansi
7.Keseimbangan antara mempertahankan dan menyesuaikan aktivitas.
8.Equifinaliti
Teori organisasi modern dimulai dengan karya para teoritikus seperti berikut:
Tipe 1. Mereka sangat menggantungkan diri pada prinsip-prinsip yang simplisitik dan universal dan mengembangkan model organisasi yang terlalu rasional dan mekansitis.
Tipe 2. Sampai pada tingkat tertentu, mewakili pandangan tandingan terhadap pandangan rasional – mekanitis tersebut. Fokus kemudian menjauh dari pembagaian kerja dan kekuasaan yang disentralisasi ke arah organisasi yang demokratis. Faktor manusiawi, yang cenderung diperlakukan sebagai sesuatu yang biasa yang dapat diramalkan oleh para teoretikus.
Tipe 3. Kekuatan gelap yang mekanistik maupun kekuatan terang yang humanistik dapat memperkuat pembuktian bahwa pemecahan meereka,adalah yang benar untuk semua keadaan. Konfllik antara anti dan tesis membawa kita kepada sebuah sintesis yang memberi pedoman yang lebih baik bagi para manajer.
Tipe 4. Yang membangun atas dasar pengetahuan kita tentang pengambilan keputusan berdasarkan prilaku dan ilmu politik , telah meningkatkan kemampuan kita dengan cukup berarti untuk menjelaskan fenomena-fenomena organisasi yang terlewatkan oleh asumsi rasional.
2.DIMENSI – DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
Formalisasi merujuk kepada tingkatan sejauh mana pekerjan dalam suatu organisasi itu distandardtisasi. Maka makin tinggi pula formalisasinya, makin tinggi formuliasasinya,makin diatur pula prilaku para pegawai. Formalisasinya dapat dicapai dalam pekerjaan. Dalam keadaan yang demikian , organisasinya btersebut menggunakan peraturan dan prsosedur untuk mengatur apa yang dilakukan oleh para pegawai.
Teknik-teknik formulasisasi yang paling populer adalah proses seleksi (untuk mengidentifikasi para individu yang akan cocok dengan organisasi) persaratan peran peraturan, prosedur dan kebijakan pelatihan dan mengatur agar para pegawainya menjalani ritual untuk membuktikan loyalitas dan komitmen mereka kepada suatu organisasinya.
Sentralisasi adalah yang paling problemitas diantara ketiiga komponen tersebut. Sentralisasi disebut sebagai tingkat sejauh mana kekuasaan formal dapat membuat kebijakan-kebijakan dikonsentrasikanm pada suatu individu sebuah unit atau suatu tingkat, dengan begitu pegawainya hanya memperoleh masukan minim dalam suatu pekerjaan.
Tingkat kontrol dalam proses pengambilan suatu keputusan :
1.Mengumpulkan informasi
2.Memproses dan mengintrepresikan informasi
3.Membuat pilihan
4.Memberi wewenang kepada orang lain dan
5.Melaksanakannya
Strategi adalah penetuan dari sebuah tujuan dasar dalam waktu jangka panjang dan sasaran dari sebuah perusahaan, dan penerimaan dari serangkaiaan tindakan serta alokasi dari sumber-sumber yang dibutuhkan dalam sebuah mencapai suatu tujuan tertentu.
Serangan strategi imperaktif difokuskan pada 3 faktor yaitu :
Kebebasan menjerial atas perubahan strategi
Komunikasi yang kuat
Struktur dapat menentukan strategi dan sebaliknya
Industri tempat beroperasinya suatu organisasi dianggap sebagai faktor yang penting untuk mempengarui suatu strategi. Kebanyakan perusahaan Industri tempat beroperasinya suatu organisasi dianggap sebagai faktor yang penting untuk mempengarui suatu strategi. Kebanyakan perusahaan dalam sebuah industri tertentu mempunyai kesamaan dalam karakteristik-karakteristik tersebut. Dan hasilnya adalah bahwa perusahaan dalam kategori-kategori industri cenderung mempunyai struktur yang sama.
1.ARGUMENTASI KORELASI –NEGATIF
Diluar data empiris, kelihatanya lebih masuk akal untuk mengharapkan komponen administrative tersebut menurun pada saat besaran meningkat . kita tidak mengatakan bahwa jumlah absolute dari pegawai pendukung akan menurun tetapi lebih banyak sebagai proporsi pada saat besaran itu meningkat .
2.ARGUMENTASI CURVILINIER
Ada juga bukti yang menyatakan bahwa hubungan besaran komponen administrasi tidak linier . tetapi, merupakan curvilinier – komponen administrasi lebih besar bagi organisasi yang lebih kecil dan yang lebih besar di bandingkan organisasi yang sedang.
3. TEORI ORGANISASI DAN PERUSAHAAN KECIL .
- Masalah yang segi kepentinganya menurun yaitu;Semua variable sruktural kurang begitu penting bagi seorang manager perusahaan kecil karena variasi di perusahaan kecil biasanya terbatas
- Masalah yang segi kepentinganya meningkat yaitu;Masalah teori organisasi yang lebih penting bagi perusahaan kecil adalah control dan pertanggung jawaban , efisiensi, dan ketergantungan terhadap lingkungan.
Tiga jenis yang didiferensiasi adalah
- Long – linked technology
- Mediating teknologi
- Intensive teknologi
Tehnologi dan Struktur
Setelah menyelesaikan masalah strategi dan besaran, kita sekarang meninjau kembali literature yang ada untuk menentukan hubungan teknologi terhadap ketiga dimensi struktur dan sentralisasi . ada beberapa penemuan yang penting yaitu :
- Teknologi dan kompleksitas
- Teknologi dan formalisasi
- Teknologi dan sentralisasi
Proses Perubahan Organisasi
Bagaimana suatu organisasi berubah untuk dapat sesuai dengan lingkungan yang mereka hadapi . ada hal yang mengakui adanya variasi pada dan diantara organisasi :
- Keterbatasan ekologi-populasi
- Implikasi-implikasi
Hubungan lingkungan dan struktur ,Setiap organisasi bergantung pada lingkunganya sampai batas tertentu tetapi kita tidak dapat mengabaikan yang nyata, yaitu bahwa ada organisasi yang lebih bergantung pada lingkungan dan sub lingkunganya di banding yang lain .
1.Lingkungan dan kompleksitas
2.Lingkungan dan formalisasi
3.Lingkungan dan sentralisasi
4. PENGENDALIAN KEKUASAAN
Serangan utama : pilihan strategis,Logika dari pilihan strategis.argumentasi pilihan strategis child adalah meskipun terdapat hambatan terhadap kebijaksanaan untuk membuat keputusan manajerial . argumentasi child pada dasarnya dapat di padatkan menjadi 4 faktor :
1.Para pengambil keputusan mempunyai lebih banyak otonomi daripada yang di duga oleh mereka yang berargumentasi bagi dominasi dari kekuatan lingkungan, teknologi, atau kekuatan lainya.
2.Keefektifan organisasi harus di tafsirkan sebagai jajaran, bukan titik.
3.Organisasi kadang mempunyai kekuasaan untuk memanipulasi dan mengontrol lingkungan mereka .
4.Persepsi dan evaluasi kejadian adalah penghubung penting yang menjadi penengah antara lingkungan dan tindakan organisasi .
Yang menentang pilihan strategis ,Kemampuan untuk menggeneralisasi argumentasi pilihan strategis di batasi oleh dua fakta;
- Komitmen yang sering kali mengunci organisasi pada suatu domain yang terbatas
- Ada halangan untuk melakukan entri pada banyak pasar.
Tantangan lain terhadap perspektif kontingensi
•Nonrasionalitas
•Kepentingan yang berbeda-beda
•Dominate coalition
•Kekuasaan
Jalan menuju kekuasaan merupakan , sebuah fenomena structural yang pertama dan paling penting . ia diciptakan melalui pembagian kerja dan departementasi,bukti menunjukkan bahwa ada tiga cara untuk mendapatkan kekuasaan :
•Kewenangan hierarkis
•Control terhadap sumber daya
•Jaringan kerja yang di sentralisasi
Merangkum pandangan pengendalian kekuasaan,kita dapat memulai sintesa kita dengan menyatakan tesis pengendalian kekuasaan : sebuah struktur organisasi , kapan pun, merupakan hasil dari mereka yang mempunyai kekuasaan untuk memilih struktur yang, sampai tingkat semaksimum mungkin, mempertahankan dan meningkatkan control mereka . seperti yang akan kita lihat, perspektif pengendalian kekuasaan tidak mengabaikan dampak dari besaran, teknologi , atau v

Selasa, 06 September 2016

Teori Organisasi

RESUME TEORI ORGANISASI
Struktur, Desain & Aplikasi Edisi 3 Stephen P.Robbins










        OLEH :
      SYAIFUL


PROGRAM PASCA SARJANA ADMINISTRASI PUBLIK
UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR
TAHUN 2016
TEORI ORGANISASI
1.PENGERTIAN ORGANISASI
Organisasi adalah kesatuan (entitity) sosial yang dikordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan. Perkataan dikordinasikan dengan sadar megandung pengertian manajemen. Kesatuan sosial berarti bahwa satu unit itu terdiri dari orang atau kelompok orang yang berinteraksi sattu sama lain. Hasilnya adalah bahwa definisi kita mengkomsumsi secara eksplisit kebutuhan untuk mengkordinasikan pola interaksi.
A.Struktur Organisasi
Definisi kita mengenai organisasi mengakui adanya kebutuhan untuk mengkordinasikan pola interaksi para anggota organisasi secara formal. Struktur organisasi menetapkan bagaimana tugas akan dibagi siapa melapor kepada siapa, dan mekanisme koordinasi yang formal serta pola interaksi yang akan diikuti.
B.Desain Organisasi
Desain Organisasi menekankan sisi manajemen dari teori organisasi. Desain organisasi mempertimbangkan kontruksi dan mengubah struktur organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Mengkontruksi dan mengubah sebuah organisasi sama seperti membangun atau memperbarui sebuah rumah. Keduanya mulai dengan tujuan akhir. Pada pembentukan sebuah organisasi, dokumen tersebut adalah bagan organisasi.
C.Teori Organisasi
Teori Organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi. Teori itu menjelaskan bagaimana organisasi sebenarnya distruktur dan menawarkan tentang bagaimana organisasi dapat dikontruksi guna meningkatan keefektifan mereka.
Struktur Organisasi Terdiri dari beberapa komponen :
1.Kompleksitas
2.Formalisasi
3.Sentralisasi
Desain organisasi adalah pengkontruksian dan perubahan struktur untuk mencapai suatu tujuan organisasi. Teori organisasi adalah disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan desain organisasi. Alasan yang menyebabkan orang mempelajari organisasi biasanya bukan hanya satu. Mungkin untuk mengembangkan teori organisasi yang sistematis. Untuk banyak orang , TO dipelajari karena mereka berharap dapat memulihkan mengenai bagaimana organisasi organisasi akan didesain.sementara kiasan biologis biasa digunakan untuk memperlihatkan organisasi sebagai suatu sistem yang berkembang melalui tahap tahap daur hidup. Organisasi dilukiskan sebagai sistem terbuka yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung satu sama lain dan menghasilkan suatu kesatuan menyeluruh yang berinteraksi dengan lingkungan. Tahapan tahapan yang jelas yang dilalui organisasi untuk berkembang kedepan yang jelas akan dilalui suatu organisasi untuk berkembang adalah kewiraswastaan, kolektivitas, formalisasi dan kontrol, perluasan struktur, serta kemunduran.
Adapun karasteristik  sebuah system terbuka yaitu;.
1.Kepekaan terhadap lingkungan
2.Umpan balik
3.Cylical character
4.Negative entropy
5.Steady state
6.Gerakan ke arah pertumbuhan dan ekspansi
7.Keseimbangan antara mempertahankan dan menyesuaikan aktivitas.
8.Equifinaliti
Teori organisasi modern dimulai dengan karya para teoritikus seperti berikut:
Tipe 1. Mereka sangat menggantungkan diri pada prinsip-prinsip yang simplisitik dan universal dan mengembangkan model organisasi yang terlalu rasional dan mekansitis.
Tipe 2. Sampai pada tingkat tertentu, mewakili pandangan tandingan terhadap pandangan rasional – mekanitis tersebut. Fokus kemudian menjauh dari pembagaian kerja dan kekuasaan yang disentralisasi ke arah organisasi yang demokratis. Faktor manusiawi, yang cenderung diperlakukan sebagai sesuatu yang biasa yang dapat diramalkan oleh para teoretikus.
Tipe 3. Kekuatan gelap yang mekanistik maupun kekuatan terang yang humanistik dapat memperkuat pembuktian bahwa pemecahan meereka,adalah yang benar untuk semua keadaan. Konfllik antara anti dan tesis membawa kita kepada sebuah sintesis yang memberi pedoman yang lebih baik bagi para manajer.
Tipe 4. Yang membangun atas dasar pengetahuan kita tentang pengambilan keputusan berdasarkan prilaku dan ilmu politik , telah meningkatkan kemampuan kita dengan cukup berarti untuk menjelaskan fenomena-fenomena organisasi yang terlewatkan oleh asumsi rasional.

2.DIMENSI – DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
Formalisasi merujuk kepada tingkatan sejauh mana pekerjan dalam suatu organisasi itu distandardtisasi. Maka makin tinggi pula formalisasinya, makin tinggi formuliasasinya,makin diatur pula prilaku para pegawai. Formalisasinya dapat dicapai dalam pekerjaan. Dalam keadaan yang demikian , organisasinya btersebut menggunakan peraturan dan prsosedur untuk mengatur apa yang dilakukan oleh para pegawai.
Teknik-teknik formulasisasi yang paling populer adalah proses seleksi (untuk mengidentifikasi para individu yang akan cocok dengan organisasi) persaratan peran peraturan, prosedur dan kebijakan pelatihan dan mengatur agar para pegawainya menjalani ritual untuk membuktikan loyalitas dan komitmen mereka kepada suatu organisasinya.
Sentralisasi adalah yang paling problemitas diantara ketiiga komponen tersebut. Sentralisasi disebut sebagai tingkat sejauh mana kekuasaan formal dapat membuat kebijakan-kebijakan dikonsentrasikanm pada suatu individu sebuah unit atau suatu tingkat, dengan begitu pegawainya hanya memperoleh masukan minim dalam suatu pekerjaan.
Tingkat kontrol dalam proses pengambilan suatu keputusan :
1.Mengumpulkan informasi
2.Memproses dan mengintrepresikan informasi
3.Membuat pilihan
4.Memberi wewenang kepada orang lain dan
5.Melaksanakannya
Strategi adalah penetuan dari sebuah tujuan dasar dalam waktu jangka panjang dan sasaran dari sebuah perusahaan, dan penerimaan dari serangkaiaan tindakan serta alokasi dari sumber-sumber yang dibutuhkan dalam sebuah mencapai suatu tujuan tertentu.
Serangan strategi imperaktif difokuskan pada 3 faktor yaitu :
Kebebasan menjerial atas perubahan strategi
Komunikasi yang kuat
Struktur dapat menentukan strategi dan sebaliknya
Industri tempat beroperasinya suatu organisasi dianggap sebagai faktor yang penting untuk mempengarui suatu strategi. Kebanyakan perusahaan Industri tempat beroperasinya suatu organisasi dianggap sebagai faktor yang penting untuk mempengarui suatu strategi. Kebanyakan perusahaan dalam sebuah industri tertentu mempunyai kesamaan dalam karakteristik-karakteristik tersebut. Dan hasilnya adalah bahwa perusahaan dalam kategori-kategori industri cenderung mempunyai struktur yang sama.
1.ARGUMENTASI KORELASI –NEGATIF
Diluar data empiris, kelihatanya lebih masuk akal untuk mengharapkan komponen administrative tersebut menurun pada saat besaran meningkat . kita tidak mengatakan bahwa jumlah absolute dari pegawai pendukung akan menurun tetapi lebih banyak sebagai proporsi pada saat besaran itu meningkat .

2.ARGUMENTASI CURVILINIER
Ada juga bukti yang menyatakan bahwa hubungan besaran komponen administrasi tidak linier . tetapi, merupakan curvilinier – komponen administrasi lebih besar bagi organisasi yang lebih kecil dan yang lebih besar di bandingkan organisasi yang sedang.
3. TEORI ORGANISASI DAN PERUSAHAAN KECIL .
- Masalah yang segi kepentinganya menurun yaitu;Semua variable sruktural kurang begitu penting bagi seorang manager perusahaan kecil karena variasi di perusahaan kecil biasanya terbatas
- Masalah yang segi kepentinganya meningkat yaitu;Masalah teori organisasi yang lebih penting bagi perusahaan kecil adalah control dan pertanggung jawaban , efisiensi, dan ketergantungan terhadap lingkungan.
Tiga jenis yang didiferensiasi adalah
- Long – linked technology
- Mediating teknologi
- Intensive teknologi
Tehnologi dan Struktur
Setelah menyelesaikan masalah strategi dan besaran, kita sekarang meninjau kembali literature yang ada untuk menentukan hubungan teknologi terhadap ketiga dimensi struktur dan sentralisasi . ada beberapa penemuan yang penting yaitu :
- Teknologi dan kompleksitas
- Teknologi dan formalisasi
- Teknologi dan sentralisasi
Proses Perubahan Organisasi
Bagaimana suatu organisasi berubah untuk dapat sesuai dengan lingkungan yang mereka hadapi . ada hal yang mengakui adanya variasi pada dan diantara organisasi :
- Keterbatasan ekologi-populasi
- Implikasi-implikasi
Hubungan lingkungan dan struktur ,Setiap organisasi bergantung pada lingkunganya sampai batas tertentu tetapi kita tidak dapat mengabaikan yang nyata, yaitu bahwa ada organisasi yang lebih bergantung pada lingkungan dan sub lingkunganya di banding yang lain .
1.Lingkungan dan kompleksitas
2.Lingkungan dan formalisasi
3.Lingkungan dan sentralisasi
4. PENGENDALIAN KEKUASAAN
Serangan utama : pilihan strategis,Logika dari pilihan strategis.argumentasi pilihan strategis child adalah meskipun terdapat hambatan terhadap kebijaksanaan untuk membuat keputusan manajerial . argumentasi child pada dasarnya dapat di padatkan menjadi 4 faktor :
1.Para pengambil keputusan mempunyai lebih banyak otonomi daripada yang di duga oleh mereka yang berargumentasi bagi dominasi dari kekuatan lingkungan, teknologi, atau kekuatan lainya.
2.Keefektifan organisasi harus di tafsirkan sebagai jajaran, bukan titik.
3.Organisasi kadang mempunyai kekuasaan untuk memanipulasi dan mengontrol lingkungan mereka .
4.Persepsi dan evaluasi kejadian adalah penghubung penting yang menjadi penengah antara lingkungan dan tindakan organisasi .
Yang menentang pilihan strategis ,Kemampuan untuk menggeneralisasi argumentasi pilihan strategis di batasi oleh dua fakta;
- Komitmen yang sering kali mengunci organisasi pada suatu domain yang terbatas
- Ada halangan untuk melakukan entri pada banyak pasar.
Tantangan lain terhadap perspektif kontingensi
•Nonrasionalitas
•Kepentingan yang berbeda-beda
•Dominate coalition
•Kekuasaan
Jalan menuju kekuasaan merupakan , sebuah fenomena structural yang pertama dan paling penting . ia diciptakan melalui pembagian kerja dan departementasi,bukti menunjukkan bahwa ada tiga cara untuk mendapatkan kekuasaan :
•Kewenangan hierarkis
•Control terhadap sumber daya
•Jaringan kerja yang di sentralisasi
Merangkum pandangan pengendalian kekuasaan,kita dapat memulai sintesa kita dengan menyatakan tesis pengendalian kekuasaan : s

Kamis, 24 Mei 2012

Administrasi Pembangunan


Administrasi pembangunan berkembang karena adanya kebutuhan di negara-negara yang sedang membangun untuk mengembangkan lembaga-lembaga dan pranata-pranata sosial, politik dan ekonominya, agar pembangunan dapat berhasil. Oleh karena itu, pada dasarnya administrasi pembangunan adalah bidang studi yang mempelajari sistem administrasi negara di negara yang sedang membangun serta upaya untuk meningkatkan kemampuannya. Dari sudut praktik, administrasi pembangunan merangkum dua kegiatan besar dalam satu pengertian, yakni administrasi dan pembangunan.

Dalam telaahan administrasi pembangunan dibedakan adanya dua pengertian, yaitu administrasi bagi pembangunan danpembangunan administrasi. Administrasi bagi pembangunan, dalam konteks ini digunakan pendekatan manajemen. Maka dapat dikatakan bahwa masalah administrasi bagi pembangunan adalah masalah manajemen pembangunan. Sedangkan untuk menerangkan pembangunan administrasi akan digunakan pendekatan organisasi.

Untuk analisis manajemen pembangunan dikenal beberapa fungsi yang cukup nyata (distinct), yakni: perencanaan, pengerahan (mobilisasi) sumber daya, pengarahan (menggerakkan) partisispasi langsung oleh pemerintah, koordinasi, pemantauan dan evaluasi, dan pengawasan. Pendekatan terhadap fungsi-fungsi tersebut dilengkapi dengan peran informasi yang amat penting sebagai instrumen atau perangkat bagi manajemen.

Heady (1995) menunjukkan ada lima ciri administrasi yang indikasinya ditemukan secara umum di bayak negara berkembang. Pertama, pola dasar (basic pattern) administrasi publik bersifat jiplakan (imitative) daripada asli (indigenous). Kedua, birokrasi dinegara berkembang kekurangan (deficient) sumber daya manusia terampil yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan pembangunan. Ketiga, birokrasi lebih berorientasi pada hal-hal lain daripada mengarah pada yang benar-benar menghasilkan (production directed). Keempat, ada kesenjangan yang lebar apa yang dinyatakan atau yang hendak ditampilkan dengan kenyataan (discrepancy between form and reality). Kelima, birokrasi di negara berkembang acap kali bersifat otonom, artinya lepas dari proses politik dan pengawasan masyarakat. Analisis Heady ini dapat ditambahkan dua karakteristik lagi hasil dari pengamatan Wallis (1989). Pertama, di banyak negara berkembang birokrasi sangat lamban dan makin bertambah birokratik. Kedua, unsur-unsur nonbirokratik sangat berpengaruh terhadap birokrasi. Misalnya hubungan keluarga, hubungan-hubungan primordial lain seperti suku dan agama, dan keterkaitan politik (political connections) mempengaruhi birokrasi. Keadaan-keadaan seperti inilah yang mendorong pentingnya pembangunan atau pembaharuan administrasi.

Dalam kerangka pembaharuan administrasi sebagai lanjutan dari pembangunan administrasi, yang pertama perlu menjadi perhatian adalah perubahan sikap birokrasi yang cukup mendasar sifatnya. Didalamnya terkandung berbagai unsur. Pertama, birokrasi harus dapat membangun partisipasi rakyat. Kedua, birokrasi hendaknya tidak cenderung berorientasi kepada yang kuat, tetapi harus lebih kepada yang lemah dan kurang berdaya. Ketiga, peran birokrasi harus bergeser dari mengendalikan menjadi mengarahkan, dan dari memberi menjadi memberdayakan. Keempat, mengembangkan keterbukaan dan kebertanggungjawaban. Pembaharuan memerlukan semangat yang tidak mudah patah. Semangat dan tekad diperlukan untuk mengatasi inersia birokrasi dan tantangan yang datang dari kalangan mereka yang akan dirugikan karena perubahan. Oleh karena itu, pembaharuan harus dilakukan secara sistematis dan terarah, didukung olehpolitical will yang kuat, konsisten, dan konsekuen. Tidak selalu harus segera menghasilkan perubahan besar, tetapi dapat secara bertahap, namun konsisten.

Minggu, 22 April 2012

Pengantar Ilmu Komunikasi


PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI

Sebagai mahluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupannya. Rasa ingin tahu itu memaksa manusia untuk berkumikasi.
Menurut Dr. Everett Kleinjan dari East West Center Hawaii, komunikasi sudah merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Banyak pakar menilai bahwa komunikasi adalah suatu kebutuhan yang sangat fundamental bagi seseorang dalam hidup bermasyarakat. Profesor Wilbur Schramm menyebutkan bahwa komunikasi dalam masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.
Teori dasar biologi menyebut adanya dua kebutuhan yakni:
1.      Kebutuhan untuk mempertahankan hidup,
2.      Kebutuhan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab mengapa manusia perlu berkomunkasi yaitu :
1.      Hasrat manusia untuk menhontrol lingkungannya,
2.      Upaya manusia untuk beradaptasi dengan lingkungannya,
3.      Upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi.
Istilah komunikasi berasal dari perkataan latin communis yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebesamaan antara dua orang atau lebih. Komunikasi juga berakar dari bahasa latin communico yang artinya membagi (Cherry dalam Stuart, 1983).
D. Lawrence kincaid bersama Roger (1981) mengemukakan defenisi komunikasi yang baru yakni, “komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirangnya akan tiba pada saling pengertian mendalam”.
Tiga model komunikasi yang perlu diketahui dalam memahami komunakasi antar manusia yakni:
1.      Model analisis dasar komunikasi
2.      Model proses komunikasi
3.      Model komunikasi partisipasi
Sebagai pengertian dan model komunikasi seperti yang diatas dikemukakan dibagian depan, komunikasi pada dasarnya dilihat dari berbagai dimensi yaitu:
1.      Komunikasi sebagai proses
2.      Komunikasi sebagai simbolik
3.      Komunikasi sebagai sistem
4.      Komunikasi sebagai multidimension
Komunikasi tidak bisa diartikan sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai pertukaran data, fakta dan ide. Oleh karena itu, komunikasi massa dapat berfungsi sebagai berikut:
1.      Informasi
2.      Sosialiasasi
3.      Motivasi
4.      Bahan diskusi
5.      Pendidikan
6.      Memajukan kebudayaan
7.      Hiburan
8.      Integrasi


Jumat, 20 April 2012

Pengantar Sosiologi


Pengantar Sosiologi
A. PENGERTIAN SOSIOLOGI
Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu “socius” yang berarti ‘kawan atau teman’, sedangkan “logos” berarti ‘ilmu pengetahuan’. Sosiologi yang merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman dan logos dari kata Yunani yang berarti pengetahuan itu diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi sudah muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun silam. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat, baru lahir kemudian di Eropa. Jadi hakikatnya, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Masyarakat sendiri adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan dan memiliki kepentingan bersama serta memiliki budaya.
Sosiologi bertujuan mempelajari masyarakat yang meliputi: perilaku masyarakat dan perilaku sosial manusia dengan jalan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.
Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte pada tahun 1842. Comte akhirnya dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Selanjutnya Émile Durkheim, ilmuwan sosial Perancis kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai sebuah disiplin akademis yang sistematis kritis.
Herbert Spencer mempublikasikan karyanya “Sociology” pada tahun 1876. Di Amerika, Lester F.Ward mempublikasikan “Dynamic Sociology”. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.
Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.
Tiga tahapan itu adalah:
1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
3. Tahap positif; yaitu tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.
Comte sendiri kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.
Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin (semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.
a. Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
b. Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
c. Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
d. Max Weber memperkenalkan pendekatan pemahaman (‘verstehen’), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.
Sosiologi adalah studi tentang kehidupan sosial manusia. Karena kehidupan sosial manusia sangat luas, sosiologi mempunyai banyak sub kajian. Mulai dari analisis percakapan antar-individu hingga teori pembangunan. Sosiologi bertujuan untuk memahami bagaimana kehidupan masyarakat di dunia berlangsung.
Sosiologi muncul pada abad ke-19 sebagai respon terhadap modernitas. Kemajuan teknologi dan meningkatnya mobilitas berpengaruh pada masyarakat dan kebudayaan yang berbeda dari sebelumnya. Ilmu Sosiologi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejak pertama kali dirumuskan oleh Auguste Comte, sosiologi terus mengalami perkembangan hingga saat ini.
Selain Auguste Comte, beberapa tokoh sosiologi awal adalah Karl Marx, Emile Durkheim, Max Weber, Ferdinand Toennies, Villreddo Pareti, dan tokoh lain. Para tokoh ini bukan hanya ahli dalam satu bidang, namun juga menguasai banyak bidang yang lain misalnya, politik, filsafat, ekonomi. Agama, pendidikan, teologi, dan berbagai bidang ilmu sosial yang lain. Kemampuan para sosiolog dalam berbagai macam bidang tersebut membuat kajian sosiologi semakin kaya.
Buku ini menyajikan berbagai tema dalam kajian sosiologi. Mulai dari sejarah, cabang-cabang sosiologi, hubungan sosiologi dengan cabang keilmuan sosial yang lain, hingga konsep-konsep kunci dalam mempelajari sosiologi. Keunggulan buku ini adalah bahasanya yang mudah diterima karena memang dimaksudkan sebagai buku pengantar.